Apa itu ICO?

ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering, yang merupakan pilihan alternatif dari mekanisme penggalangan dana di mana startup blockchain mengeluarkan token crypto mereka sendiri dan menjual token tersebut untuk ditukar dengan BTC atau ETH atau lainnya . Pengguna token dapat menggunakan token tersebut pada platform tertentu atau menjual token di exchange. Token pada dasarnya berfungsi seperti voucher di mana token dapat ditukar untuk barang atau layanan pada platform yang sudah ditentukan.

Menurut William Mougayar, penulis “The Business Blockchain”, token adalah sebuat unit dari nilai yang diciptakan oleh perusahaan untuk model bisnis mandiri. Token ini digunakan dalam memberdayakan penggunanya untuk berinteraksi dengan produk sembari memfasilitasi distribusinya dan membagi imbalan dan keuntungan untuk semua stakeholders.  

Pada dasarnya ICO serupa dengan Initial Public Offering (IPO) di mana investor membeli saham dari sebuah perusahaan. Perbedaan yang mendasar antara IPO dan ICO adalah pada ICO, pemegang token tidak memiliki modal pasti di dalam perusahaan, sebagai gantinya mereka memberikan kontribusi. Oleh karena itu perusahaan tidak mempunyai obligasi yang nyata kepada kontributor untuk menepati janji mereka.

IPO (Initial Public Offering) atau biasa dikenal sebagai Penjualan Saham Perdana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kepada para investor di bursa saham, dengan syarat-syarat tertentu.

Sebenarnya ada beberapa kesamaan antara konsep ICO dan IPO, namun ada dua perbedaan utama yaitu :

Saham yang dikeluarkan perusahaan (IPO), selalu menunjukkan kepemilikan saham di perusahaan masing-masing. Berbeda halnya dengan ICO, investor hanya akan mendapatkan token-kripto yang biasanya hanya berupa satuan mata uang yang dapat dikirim ke pengguna lain atau ditukar dengan mata uang lainnya.

IPO sangat diatur oleh pemerintah negara di mana IPO dilakukan. Pihak perusahaan harus mempersiapkan berbagai dokumen agar bisa menjual saham mereka di negara tertentu. Dalam IPO dijelaskan seluruh konsekuensi berat jika salah satu pihak perusahaan atau investor tidak mematuhi kesepakatan yang dibuat. Sebaliknya, pada ICO Crowdfunding tidak ada sentuhan pemerintah sedikitpun dalam prosesnya. Hal ini membuat ICO dapat mendapatkan investor dari negara manapun. Namun, kelebihan tersebut juga merupakan suatu resiko yang besar bagi para investor, karena tidak ada jaminan apapun dari pemerintah.

Apa Keuntungan dari ICO?

Bagi Developers atau Perusahaan Startup, mereka akan mendapatkan dana yang cukup untuk melaksanakan serta mempercepat proyek yang mereka kembangkan. Selain itu, ICO juga digunakan sebagai ajang promosi untuk perusahaan baru sebelum mereka merilis dengan resmi proyek yang sudah selesai dan siap untuk dipasarkan.

Sedangkan keuntungan untuk para investor adalah mereka akan mendapatkan token yang nantinya bisa diperdagangkan secara bebas di market exchanger setelah koin dari proyek yang sudah selesai dirilis secara resmi. Biasanya, saat koin dari proyek sudah selesai dirilis secara resmi, harga akan melonjak melebihi 5 – 10x lipat dari harga ICO. Inilah keuntungan utama yang dimiliki para investor dari pembelian token ICO tersebut.

Apa Kerugian dari ICO?

Sebenarnya dalam ICO ini pihak yang kemungkinan besar dirugikan adalah para Investor, karena para investor mengeluarkan uang untuk membeli token kripto pada pihak ketiga. Meskipun pada WhitePaper ICO sudah dijelaskan dengan rinci tentang kegunakan uang tersebut, masih ada kemungkinan uang yang sudah diberikan oleh para investor digunakan dengan tujuan yang tidak jelas, ataupun dilakukan pencucian uang, biasanya kita mengenalnya dengan istilah SCAM.

Bagaimana cara untuk menghindari penipuan ICO?

Te Untuk menghindari hal semacam itu, hindari hal-hal berikut ini:

  1. Memiliki tim yang anonim. Lakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli token, cari tahu mengenai perusahaan tersebut dan tim yang terlibat.
  2. Penawaran yang terlalu menguntungkan. Jika pendapatan yang dijanjikan lebih tinggi dari rata-rata, tentunya harus ada kalkulasi yang mendasarinya, cari tahu mengenai hal tersebut sebelum membeli token tersebut.
  3. Roadmap dari perusahaan tersebut tidak jelas. Apabila suatu perusahaan sudah mantap untuk melakukan ICO, mereka akan memiliki alur yang terperinci setidaknya hingga tahun depan sejak token diluncurkan.

Demikian penjelasan ICO , dari sini akan banyak kesimpulan yang bisa diambil dan pelajari, apabila masih belum mengerti atau ada yang akan ditanyakan silahkan tinggalkan komentar.

The Author

Duniamaya

Saya adalah orang yang sangat tertarik dengan ilmu dan pengetahuan baru. Berbagi adalah hobi. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_bye.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_good.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_negative.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_scratch.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wacko.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yahoo.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cool.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_heart.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_rose.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_smile.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_whistle3.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_yes.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_cry.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_mail.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_sad.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_unsure.gif 
http://www.duniaku.live/wp-content/plugins/wp-monalisa/icons/wpml_wink.gif